Aku yang Asli itu Aku yang Bagaimana ?
Alkisah ada 2 percakapan antara Jacko dan Lily, di mana Lily sedang memberi nasihat kepada Jacko yang sifatnya emang agak sedikit keras kepala.
Lily : Jacko, kamu tahu tidak kalau sifatmu itu terlalu keras kepala?
Jacko : Loh, memangnya kenapa Lily?
Lily : Yah kamu harus merubah sifat kamu itu. Sifat yang seenaknya itu dan terkadang
melawan arus. Kalau tidak semua orang pasti tidak akan suka kepada kamu.
Jacko : Loh, terus kenapa aku harus merubah sifat aku. Ini sudah sifat asli aku. Jadi aku
tidak bisa kalau aku harus disuruh untuk merubah sifat aku.
Lily : Loh, tidak bisa begitu Jacko. Kalau memang sifat kamu itu tidak baik yah harus
dirubah.
Jacko : Aahh, emangnya kamu ini siapa? Koq bisa-bisanya sih menyuruh aku
merubah sifat aku ini? Pokoknya, aku yah aku dan aku hanya mau menjadi
diri aku sendiri. Aku tidak mau menjadi diri orang lain.
Lily : Yah, aku memang bukan siapa-siapa kamu. Aku memang hanya teman kamu
saja yang hanya peduli pada kamu. Tapi bagaimana jika gurumu dan orang
tuamu yang memintamu berubah.
Jacko : Mereka tidak akan meminta saya untuk berubah, karena mereka tahu kalau
saya benar. Dan mereka tahu kalau jadi orang haruslah kita menjadi aku yang
asli. Itu saja!
Lily : Yah, kalau menurut kamu begitu, terserah kamu saja!
Akhirnya percakapanpun berhenti sampai di sana, dan Jacko pun meninggalkan temannya Lily, tanpa berbicara satu katapun.
Membaca cerita di atas, sebagai umat Tao, memang dalam menjalankan Siutao, kita dituntut untuk mencapai kesempurnaan abadi ( Cen San Mei), dan untuk mencapai Cen San Mei itu, kita juga harus mencari siapa diri kita sebenarnya, mencari Aku yang Asli. Lalu kalau ada Aku yang Asli apakah kemudian ada yang Aku yang Palsu? Lalu, Aku yang Asli itu adalah Aku yang bagaimana? Aku yang seperti apa?
Terkadang memang banyak orang yang bingung akan makna mencari Aku yang Asli itu. Sebagian orang mengatakan kalau Aku yang Asli adalah bukan aku yang sekarang ini! Aku yang Asli adalah diri Aku yang harus di cari. Tapi ada juga sebagian orang, yang mengatakan kalau Aku yang Asli tidak perlu dicari. Aku yang Asli adalah diriku saat ini! Jadi apa yang ada pada aku saat ini, adalah Aku yang Asli!
Yang menarik adalah pendapat sebagian orang yang mengatakan kalau Aku yang Asli tidak perlu dicari lagi. Karena menurut mereka, diri mereka sendiri ini adalah sudah benar adanya. Apalagi jika dihubungkan dengan konsep Ce Ran (alamiah). Jadi orang itu harus apa-adanya, alami, serta tidak perlu dibuat-buat lagi. Bagus, kalau diri kita ini sudah baik, lalu bagaimana kalau diri kita ini belumlah baik? Apakah kita tidak perlu merubah sifat tidak baik pada diri kita itu?
Kalau sifat tidak baik pada diri kita itu bisa dikatakan adalah Aku yang Asli dan tidak perlu merubahnya. Kalau kita tidak perlu merubahnya lagi, bukankah tujuan Siutao kita untuk mencari Aku yang Asli itu sudah selesai? Kalau demikian apalagi yang kita siu saat ini? Toh, kita sudah menemukan Aku yang Asli? Ataukah justru kalau sifat tidak baik ada pada diri kita, kita harus lebih menjalankan Siutao kita lagi? Dan kita bilang, ‘Itu bukanlah diriku’! Diriku tidak seperti ini, dan aku harus berubah lagi menjadi lebih baik? Mana yang benar? Apakah menjadikan diri kita lebih baik itu sudah bertentangan dengan mencari Aku yang Asli? Bagus, kalau ada yang bilang pada kita mengenai sifat dan kejelekan pada diri kita. Itu artinya mereka masih peduli dengan diri kita dan mereka ingin kita menjadi lebih baik. Itu artinya perjalanan Siutao kita menjadi lebih lancar, karena kita sudah tahu mengenai kekurangan kita dan kita hanya tinggal memperbaikinya. Tapi kalau tidak ada yang mau mengatakan kepada kita kejelekan kita ini, itu artinya sudah tidak ada lagi yang peduli pada kita. Itu sudah merupakan lampu kuning bagi kita. Bagus, kalau kita bisa menyadarinya, tapi bagaimana kalau kita tidak mau sadar? Sia-sialah Siutao kita saat ini.
Terus bagaimana bagi orang yang sudah memiliki jati diri yang baik? Apakah mereka juga berarti tidak perlu lagi menemukan sifat Aku yang Asli itu? Tentu saja, mereka tetap harus mencari Aku yang Asli. Karena sudah baik, belum tentu sempurna, tapi yang sempurna pastilah itu baik. Karena memang itulah tujuan akhir dari Siutao kita, mencapai kesempurnaan abadi ( Cen San Mei).
Karena itu, marilah kita semua Taoyu untuk bersama-sama merenungkan kembali, apakah diri kita saat ini sudah merupakan Aku yang Asli? Marilah kita semua bersama-bersama untuk merubah sifat jelek pada diri kita menjadi baik, dan bagi yang sudah baik marilah kita merubahnya menjadi lebih baik lagi, dan terus lagi menjadi lebih baik sampai akhirnya kita mencapai Cen San Mei. Selamat mencari.
Salam Tao.
Popularity: 22% [?]
No related posts.
Related posts brought to you by Yet Another Related Posts Plugin.
